Chat with us, powered by LiveChat

Tentang Red BullRacing F1 by qiuslot88.com

Red Bull Racing, juga diketahui sebagai Red Bull atau RBR, berkompetisi sebagai Oracle Red Bull Racing, adalah sebuah tim Formula Satu yang berkompetisi dengan izin Austria, dan berbasis di Britania Raya.

Tim Red Bull Racing adalah salah satu dari dua tim yang dimiliki oleh perusahaan minuman energi Red Bull GmbH, yang lain bernama AlphaTauri.



Tim ini dipimpin oleh Christian Horner sejak pembentukannya pada musim 2005 sampai dengan sekarang.

Tim Red Bull memakai mesin Cosworth pada musim 2005 dan mesin Ferrari pada musim 2006.

Tim ini juga menggunakan mesin Renault antara musim 2007 dan 2018 (dari musim 2016 hingga 2018, mesin Renault diberi nama "TAG Heuer" setelah putusnya hubungan antara Red Bull dan Renault pada musim 2015).

Selama kemitraan ini, mereka berhasil memenangkan empat gelar Kejuaraan Dunia Pembalap dan Konstruktor secara berturut-turut dari musim 2010 hingga 2013, menjadi tim asal Austria yang pertama yang berhasil memenangkan gelar juara dunia tersebut.

Tim Red Bull mulai menggunakan mesin Honda pada musim 2019.

Kerja sama Honda mencapai puncaknya pada tahun 2021, ketika mereka berhasil memenangkan Kejuaraan Pembalap Dunia.

Menyusul keluarnya Honda dari ajang Formula Satu setelah tahun 2021, tim akan mengambil alih pengoperasian unit daya Honda melalui Red Bull Powertrains.



Namun, Honda akan masih menyuplai mesin Red Bull sampai dengan musim 2025

Latar belakang tim Red Bull Racing pada saat ini bisa dilihat kembali ke tahun 1997 pada saat tim Stewart Grand Prix pertama kali membalap di dalam ajang F1.

Jackie Stewart pun menjual timnya kepada Ford Motor Company pada akhir musim 1999, dan Ford menamai tim menjadi Jaguar Racing.

Pada pertengahan musim 2004, Ford memutuskan untuk menjual tim Jaguar Racing karena prestasinya yang biasa-biasa tidak seimbang dengan anggaran dana besar yang telah dikeluarkan oleh Ford.

Pada tanggal 15 November 2004, Red Bull, sebagai raksasa produsen minuman energi dari Austria, akhirnya membeli tim Jaguar Racing.

BBC Sport melaporkan bahwa Ford meminta US$1 dari penawar sebagai imbalan atas komitmen untuk menginvestasikan US$400 juta dalam tim selama tiga musim Grand Prix.

Tim tetap memiliki akses ke mesin Cosworth yang dikembangkan untuk sasis musim 2005 mereka, dan operasional terus berlanjut di bawah nama yang baru.

Christian Horner ditunjuk sebagai ketua tim, dan David Coulthard dan Christian Klien sebagai pembalap.



Di luar ajang Formula 1, Red Bull sudah memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga bermotor. Sebelumnya, mereka adalah sponsor utama tim Sauber-Petronas, dan juga Arrows-Cosworth.

Selain itu, mereka juga termasuk loyal terhadap para pembalap muda, baik di ajang GP2, MotoGP, dan NASCAR.

Pembalap-pembalap muda binaan Red Bull yang sukses masuk ke dalam ajang F1 antara lain; Enrique Bernoldi, Christian Klien, Patrick Friesacher, Vitantonio Liuzzi, Scott Speed,[16] dan Sebastian Vettel.

Pada tanggal 23 April 2005, tim Red Bull secara resmi mengumumkan sebuah kesepakatan untuk menggunakan mesin Ferrari pada musim 2006.

Tim Red Bull tetap memakai ban Michelin, alih-alih Bridgestone seperti yang digunakan oleh tim Ferrari.

Pada tanggal 8 November 2005, tim Red Bull Racing merekrut Adrian Newey dan Peter Prodromou dari tim McLaren.

Pada tanggal 14 Desember 2005, mobil kedua tim RBR, yaitu Red Bull RB2, mengaspal untuk yang pertama kalinya.

David Coulthard menguji mobil tersebut selama beberapa putaran di Silverstone, memuji mobil yang "terlihat seksi" itu.

Pada pengujian awal, tim Red Bull terganggu dengan masalah pendingin dan komponen mobil yang terlalu panas.

David Coulthard masih mengisi posisi pembalap pertama bersama dengan Christian Klien.

Namun, mulai dari Grand Prix Cina, posisi Klien digantikan oleh Robert Doornbos, mantan pembalap Minardi asal Belanda, bersama dengan Michael Ammermüller sebagai pembalap tes.

Di musim 2006, tim Red Bull Racing akhirnya meraih podium pertamanya di Grand Prix Monako, saat David Coulthard berhasil finis di urutan ketiga.

Tim RBR (bersama dengan saudaranya, yaitu tim STR) merupakan dua tim F1 yang paling getol dan gencar mempromosikan image muda dan menyenangkan untuk ajang Formula 1.

Image ini sebelumnya dimiliki oleh tim Jordan Grand Prix, namun sayangnya, tim Jordan tidak mampu mempertahankan image ini seiring dengan makin berkurangnya sponsorship yang masuk, hingga akhirnya membuat tim tersebut dijual pada Alex Shnaider/Michiel Mol/Vijay Mallya.

Salah satu upaya Red Bull dalam mempromosikan ajang F1 dengan lebih baik lagi adalah dengan menerbitkan The Red Bulletin, sebuah majalah F1 yang khusus diterbitkan di kalangan paddock (lihat di bawah).

Pada Grand Prix Monako 2006, tim RBR mempromosikan film Superman Returns.

Sebelumnya, di musim 2005, mereka juga menjadi bagian promosi dari film Star Wars: Episode III.

Kegembiraan menjadi sangat meriah di paddock tim RBR, terutama bagi para personel film Superman Returns, pada saat Coulthard berhasil finish di posisi ketiga, dan ketika seremonial podium berlangsung, DC mengenakan jubah Superman di atas podium